Mengapa Betis Anda Kram Saat Berlari dan Cara Mengatasinya

9

Kebanyakan orang percaya kram otot adalah tanda dehidrasi atau kekurangan elektrolit. Mereka mengambil Gatorade atau mengunyah pisang, berharap rasa sakitnya akan hilang. Namun jika Anda mengalami kram di betis setelah beberapa mil, Anda mungkin menangani masalah yang salah.

Anehnya, hanya ada sedikit penelitian bagus mengenai topik ini. Karena celah itu, banyak mitos yang bermunculan seputar mengapa kaki tersangkut. Kita tahu gula darah rendah, panas ekstrem, dan keluarnya keringat bisa menyebabkan kram. Namun pada kram normal akibat olahraga, masih belum jelas apakah ada faktor tunggal yang menjadi penyebab utamanya.

Teori terkemuka saat ini berasal dari literatur ilmu olahraga, khususnya sejak tahun 1797. Teori ini tidak berfokus pada bahan kimia dalam darah Anda, tetapi pada mekanika dan kelelahan.

Mekanisme Kram

Kram otot rangka kemungkinan besar terjadi ketika otot berada dalam posisi memendek dan distimulasi berulang kali. Pikirkan tentang otot betis. Ini memendek ketika jari kaki Anda runcing.

Anda dapat menciptakannya kembali secara aktif dengan berlari sambil berjinjit. Atau melakukan angkat kaki tanpa pernah menurunkan tumit untuk meregangkan otot.

Apa yang terjadi selanjutnya bersifat mekanis. Otot menjadi lelah. Ia kehilangan kemampuannya untuk bersantai dengan benar.

Ada busur refleks yang terlibat di sini. Lingkaran ini menghubungkan otot, saraf yang mengirimkan sinyal ke sistem saraf pusat (SSP), dan saraf yang membawa sinyal kembali ke otot. Saat lelah, putaran ini terhenti. Itu terus memberikan sinyal kontraksi bahkan ketika Anda ingin berhenti.

Hasilnya adalah kontraksi yang berkelanjutan. Kram.

“Peregangan adalah satu-satunya hal yang mematahkan sinyal busur refleks ini dan menghentikan kram jika terjadi pada kasus yang disebabkan oleh olahraga.”

Cara Memutus Siklus

Jika Anda sedang berlari dan kaki Anda terkunci, solusinya ternyata sangat sederhana. Anda harus mengesampingkan sinyal secara mekanis.

Pegang jari kaki Anda. Tarik ke arah tulang kering Anda. Regangkan betis.

Tindakan ini memutus busur refleks. Kontraksi berhenti. Kelegaan segera terjadi.

Tapi inilah hasil tangkapannya. Ototnya masih lelah. Kelelahan yang mendasarinya masih ada. Anda dapat dengan mudah memicu kram lagi sampai otot mendapat istirahat yang cukup.

Proses ini paling sering terjadi pada otot yang melintasi dua sendi. Betis melintasi lutut dan pergelangan kaki. Karena mencakup dua titik, otot mudah dipendekkan sepenuhnya dan tetap berkontraksi. Otot yang hanya melintasi satu sendi tidak memiliki kerentanan yang sama.

Pencegahan dan Kenyataan

Mengetahui cara kerja kram membantu Anda mengelolanya. Jika Anda melakukan latihan jari kaki dengan intensitas tinggi, ketahuilah bahwa betis Anda siap menghadapi kegagalan. Posisi yang memendek dipadukan dengan rasa lelah adalah resepnya.

Peregangan langsung menghentikan rasa sakit. Istirahat memperbaiki akar permasalahan.

Teori lain menyatakan ketidakseimbangan garam atau suhu dingin adalah masalah utamanya. Faktor-faktor ini dapat menyebabkan kram dengan sendirinya. Namun bagi rata-rata pelari atau pejalan kaki, model kelelahan mekanis menjelaskan penguncian mendadak lebih baik daripada dehidrasi saja.

Jadi, jika nanti kaki Anda kram, jangan hanya minum air putih saja. Regangkan otot. Biarkan istirahat. Ilmunya terbatas, tapi mekanismenya jelas.