Bagaimana LeBron James Menjadi Fenomena Sekolah Menengah Atas di Akron

13

LeBron James tidak dilahirkan dengan bola basket di tangannya. Superstar NBA ini bahkan tidak bermain bola basket terorganisir sampai kelas lima. Awal yang terlambat itu seharusnya menjadi sebuah rintangan. Ternyata tidak.

Dia meningkat dengan kecepatan yang mengerikan. Saat SMP, penduduk setempat sudah tahu siapa dia. Sebuah keajaiban. Sebuah kekuatan. Dia tidak hanya bermain. Dia mendominasi.

Tuan Bola Basket Akron

Karier sekolah menengahnya di St. Vincent–St. Mary di Akron, Ohio, terbaca seperti cuplikan highlight. Tim ini memenangkan tiga kejuaraan negara bagian dalam empat tahun. Tiga judul. Empat tahun. Itu adalah dominasi.

Namun penghargaan tersebut lebih jauh lagi. James dinobatkan sebagai Tuan Bola Basket Ohio—pemain sekolah menengah terbaik di negara bagian itu—tiga kali. Secara berturut-turut. Dari tahun 2001 hingga 2003.

“Dia tidak hanya memenangkan pertandingan. Dia mengubah lanskap bola basket sekolah menengah Ohio.”

Kebanyakan anak memimpikan satu trofi. James mengumpulkan cincin negara seolah-olah itu adalah kartu perdagangan. Dia sudah menjadi legenda sebelum dia melangkah ke lapangan NBA.

Kisah Akron penting. Ini menunjukkan dari mana rasa lapar itu berasal. Itu bukanlah akademi yang bagus. Itu adalah bakat yang mentah, pertumbuhan yang cepat, dan seorang anak yang menemukan cara untuk menang sebelum dia bisa mengemudi secara legal.