Recklinghausen: Ahli patologi menyebutkan dua penyakit dan kelainan penyimpanan zat besi

12

Friedrich Daniel von Recklinghausen lebih dari sekedar nama dalam buku teks kedokteran. Dia adalah seorang ahli patologi Jerman yang karyanya pada akhir abad ke-19 membantu menjelaskan bagaimana kita memahami kondisi genetik dan metabolisme tertentu saat ini. Ia dilahirkan pada tanggal 2 Desember 1833 di Gütersloh, Jerman. Dia menghabiskan karirnya mempelajari tubuh manusia pada tingkat mikroskopis dan meninggal pada tanggal 26 Agustus 1910 di Strasbourg.

Warisannya terkait dengan dua penyakit berbeda yang dinamai menurut namanya selama beberapa dekade. Yang pertama, ditemukan pada tahun 1882, adalah neurofibromatosis multipel. Dia menjelaskannya dengan jelas. Banyak tumor kulit muncul dengan bintik-bintik berpigmen. Dokter masih menyebutnya sebagai neurofibromatosis tipe 1, namun Anda sering mendengar referensi sebelumnya tentang penyakit Recklinghausen saat membahas kondisi ini.

Penyakit lain yang dia gambarkan muncul kemudian. Pada tahun 1891, ia menjelaskan osteitis fibrocysticus secara rinci. Ini adalah degenerasi tulang. Ini bukan cacat genetik seperti neurofibromatosis. Disebabkan oleh tumor paratiroid. Penyakit ini menggunakan namanya sejak lama hingga pengobatan modern menyempurnakan istilah tersebut.

Recklinghausen adalah murid Rudolf Virchow. Anda tidak dapat berbicara tentang pengobatan abad ke-19 tanpa menyebut Virchow. Dia adalah raksasa di bidang ini. Recklinghausen belajar bersamanya di Universitas Berlin pada tahun 1855–1861. Instruksi ini membentuk pendekatannya terhadap patologi. Hal ini mengajarkannya untuk berhati-hati. Dia menggabungkan apa yang dia lihat di bawah mikroskop dengan apa yang dia lihat pada pasien sebenarnya.

Karir akademisnya berkembang pesat. Pada tahun 1865 ia menjadi profesor di Universitas Königsberg. Dia kemudian pindah ke Würzburg, tempat dia tinggal dari tahun 1866 hingga 1872. Dia kemudian datang ke Universitas Strasbourg. Dia tinggal di sana dari tahun 1872 hingga pensiun pada tahun 1906. Strasbourg adalah rumahnya selama beberapa dekade.

Namun dia tidak berhenti pada dua penyakit terkenal tersebut. Kekuatan observasinya terlalu tajam. Pada tahun 1862, ia memberikan gambaran menarik tentang pembuluh limfatik, jaringan ikat terkecil. Struktur ini sekarang dikenal sebagai kanal Recklinghausen. Mereka membantu menghilangkan cairan dari jaringan. Tanpa hal ini, pembengkakan selalu menjadi masalah yang tidak dapat dikendalikan.

Dia juga memeriksa pankreas saya. Pada tahun 1864, ia mencatat ditemukannya batu di pankreas seorang pasien diabetes. Kesehatan pankreas berhubungan langsung dengan metabolisme jauh sebelum insulin ditemukan. Ini adalah bagian penting untuk memahami bagaimana tubuh memproses gula.

Pada tahun 1889, ia menamai penyakit metabolik tersebut dengan nama hemochromatosis. Kondisi ini melibatkan akumulasi zat besi yang berlebihan di jaringan. Hati menderita kerusakan paling parah. Namun organ lain juga terlibat. Dia menciptakan kata itu. Sejak itu, ilmu pengetahuan tentang mengapa besi terakumulasi terus berkembang. Definisi dasar yang diberikannya masih benar.

Jadi siapa dia? Dia adalah seorang guru, peneliti dan kartografer tak kasat mata. Dia bekerja di era sebelum pengurutan gen dan pemrosesan gambar tingkat lanjut.