Dia tidak hanya mempelajari penyakit. Dia mendefinisikannya.
Matthew Baillie mengubah cara kita memandang tubuh manusia ketika gagal. Lahir pada tahun 1761 di Shots Manse di Lanarkshire, Skotlandia, ia dimasukkan ke dalam keluarga raksasa medis. Pamannya, John dan William Hunter, sudah menjadi legenda di bidang anatomi. Tapi Matthew mengukir jalannya sendiri. Dia tidak mengikuti jejak mereka. Dia melebarkannya.
Bukunya yang terbit tahun 1793, Morbid Anatomy of Some of the Most Important Parts of the Human Body, adalah sebuah revolusi. Itu bukan sekadar teks medis. Ini adalah publikasi pertama dalam bahasa Inggris yang memperlakukan patologi sebagai subjek tersendiri. Sebelumnya, penyakit sering disamakan dengan pengobatan umum atau pembedahan. Baillie memisahkannya. Dia memberinya struktur.
Patologi Sistematis Pertama
Ini bukanlah pembaruan kecil. Ini adalah studi patologi sistematis pertama yang pernah dilakukan.
Baillie belajar di Oxford, mendapatkan gelar M.D. pada tahun 1789. Pada tahun yang sama, ia menjadi anggota Royal College of Physicians dan Royal Society. Prestise mengikutinya. Tapi dia tidak tinggal di ruang kuliah selamanya.
Setelah menerbitkan karya bersejarahnya, ia beralih ke praktik klinis. Pada tahun 1800, ia menjalankan praktik medis terbesar di London. Dia tidak hanya berteori tentang jaringan yang sakit. Dia merawat ribuan pasien. Dia melihat pola yang dijelaskan dalam bukunya. Dia membuktikannya nyata.
Warisan dalam Jaringan
Kebanyakan dokter sebelum dia memandang organ sebagai satu kesatuan. Baillie melihat lebih dekat. Dia memeriksa bagaimana jaringan berubah. Dia mendokumentasikan tanda-tanda fisik penyakit dengan cara yang belum pernah dialami orang lain sebelumnya.
Pendekatannya mengubah pengobatan. Ini menjauh dari teori-teori yang tidak jelas tentang “humor” atau udara buruk. Ini bergerak menuju bukti. Menuju apa yang bisa Anda lihat di bawah mikroskop atau dengan mata telanjang saat otopsi.
Dia meninggal pada tahun 1823 di Duntisbourne di Gloucestershire. Praktek yang ia bangun berkembang pesat. Buku yang ditulisnya menjadi landasan. Patologi sebagai suatu disiplin ilmu ada karena ia memaksanya untuk dipisahkan dari ilmu kedokteran lainnya.
Kami masih menggunakan logikanya sampai sekarang. Saat dokter melakukan biopsi, mereka melakukan apa yang dirintis Baillie. Mereka mencari perubahan spesifik pada jaringan yang menandakan penyakit. Tampaknya sederhana sekarang. Bukan saat itu.
Dia memberi kami lensanya. Kami masih memeriksanya.


















