Radang Tenggorokan: Gejala, Pengujian, dan Yang Perlu Anda Ketahui

27
Radang Tenggorokan: Gejala, Pengujian, dan Yang Perlu Anda Ketahui

Radang tenggorokan adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh bakteri streptokokus grup A, penyakit yang umum namun berpotensi serius. Meskipun sebagian besar sakit tenggorokan disebabkan oleh virus, radang tenggorokan memerlukan diagnosis dan pengobatan dengan antibiotik untuk mencegah komplikasi. Di Amerika Serikat, sekitar 20.000 hingga 27.000 kasus strep invasif terjadi setiap tahunnya, yang menyebabkan 1.800 hingga 2.400 kematian – hal ini menunjukkan pentingnya pengujian yang akurat.

Memahami Gejala Radang Tenggorokan

Radang tenggorokan biasanya berkembang dua hingga lima hari setelah terpapar, menyebar melalui tetesan pernapasan dari batuk atau bersin. Gejala umum meliputi:

  • Sakit tenggorokan yang timbul secara tiba-tiba: Nyeri yang muncul dengan cepat dan semakin parah.
  • Demam: Seringkali tinggi, terutama pada hari kedua.
  • Tenggorokan merah: Mungkin menunjukkan bercak putih atau nanah.
  • Bintik merah kecil: Terlihat di bagian belakang mulut.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening: Lembut saat disentuh di leher.
  • Sakit saat menelan: Kesulitan dan ketidaknyamanan setiap kali menelan.
  • Gejala tambahan (terutama pada anak-anak): Menggigil, badan pegal, mual, sakit perut.

Jika radang berkembang menjadi demam berdarah, carilah ruam seperti amplas, lipatan kulit merah cerah, dan lidah bengkak dan merah.

Mengapa Pengujian Penting: Membedakan Strep dari Infeksi Virus

Membedakan radang tenggorokan dari sakit tenggorokan akibat virus sulit dilakukan tanpa pengujian. Dokter tidak dapat mendiagnosis radang secara andal hanya dengan inspeksi visual; bercak putih atau kemerahan saja tidak memastikan adanya infeksi. Menurut spesialis penyakit menular, hingga 90% sakit tenggorokan pada orang dewasa disebabkan oleh virus, bukan radang.

Jika Anda mengalami gejala tambahan seperti pilek, batuk, suara serak, atau mata merah, kemungkinan besar itu adalah virus. Namun, demam yang cepat, sakit tenggorokan, dan pembengkakan kelenjar getah bening tanpa gejala virus ini meningkatkan kemungkinan terjadinya strep.

Diagnosis dan Prosedur Pengujian

Seorang dokter akan menilai gejala, memeriksa suhu tubuh, memeriksa tenggorokan, dan merasakan pembengkakan kelenjar getah bening. Jika dicurigai adanya radang, usapan tenggorokan sangat penting. Ada dua metode pengujian utama:

  • Tes strep cepat: Memberikan hasil dalam hitungan menit, namun mungkin melewatkan beberapa kasus.
  • Tes kultur laboratorium: Lebih akurat tetapi memerlukan waktu beberapa hari untuk mengetahui hasilnya.

Jika hasil tes cepat negatif, kultur laboratorium harus dilakukan untuk memastikan tidak adanya infeksi secara pasti. Perawatan antibiotik yang cepat sangat penting setelah penyakit strep dipastikan.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis

Segera temui dokter jika Anda atau anak Anda mengalami:

  • Sakit tenggorokan yang berlangsung lebih dari 48 jam.
  • Demam di atas 37°F yang berlangsung lebih dari dua hari.
  • Kesulitan menelan atau bernapas.
  • Ruam yang menyertai sakit tenggorokan.

Mengabaikan radang tenggorokan dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk syok toksik, penyakit pemakan daging, dan bahkan kematian dalam kasus yang jarang terjadi.

Peluang utama: Sebagian besar sakit tenggorokan disebabkan oleh virus, namun radang tenggorokan memerlukan pengujian khusus dan pengobatan antibiotik. Diagnosis yang akurat mencegah penggunaan antibiotik yang tidak perlu untuk infeksi virus sekaligus memastikan bahwa radang bakteri segera diobati untuk menghindari komplikasi.