Setelah operasi kanker usus besar atau rektal, banyak pasien mengalami perubahan signifikan pada fungsi usus – lebih sering buang air besar, mendesak, atau bahkan buang air besar yang tidak disengaja. Hal ini dikenal sebagai sindrom reseksi anterior rendah (LARS), efek samping yang umum namun sering diabaikan dan memengaruhi hingga 90% orang setelah prosedur kolorektal.
Memahami LARS sangat penting karena gejala-gejala ini dapat diobati, dan kualitas hidup dapat meningkat secara dramatis dengan pendekatan yang tepat. Banyak pasien tidak diberitahu tentang kemungkinan hasil ini, sehingga membuat mereka merasa bingung atau malu ketika hal ini terjadi.
Apa Penyebab LARS?
Rektum berfungsi sebagai tempat penyimpanan tinja. Ketika sebagian atau seluruh rektum diangkat selama operasi, sisa usus tidak memiliki kapasitas yang sama, sehingga menyebabkan buang air besar lebih sering dan tidak dapat diprediksi. Dokter terkadang meremehkan prevalensi LARS, sehingga menyebabkan keterlambatan diagnosis dan pengobatan.
Marylise Boutros dari Klinik Cleveland Florida, “Sembilan dari 10 pasien yang saya temui di klinik LARS saya tidak diberitahu tentang LARS oleh dokter mereka.” Kurangnya kesadaran ini menggarisbawahi pentingnya pendidikan pasien yang proaktif.
Mengenali Gejalanya
LARS muncul dengan berbagai gejala, termasuk:
- Peningkatan frekuensi atau urgensi buang air besar
- Sensasi ingin buang air besar meski usus kosong
- Kebocoran gas atau tinja yang tidak disengaja
- Perubahan konsistensi tinja (diare atau sembelit)
- Sakit perut
Pasien sering kali ragu untuk mendiskusikan masalah ini dengan penyedia layanan kesehatan karena malu. Jeongyoon Moon dari Pusat Kanker MD Anderson di Universitas Texas menekankan, “Orang tidak serta merta mengemukakan penyakit ini karena ada stigma tertentu yang terkait dengan buang air besar.” Namun, komunikasi terbuka sangat penting untuk pengelolaan yang efektif.
Perawatan dan Strategi Efektif
Meskipun LARS tidak memiliki obat tunggal, gejala sering kali mereda dalam waktu enam bulan hingga dua tahun pasca operasi. Sementara itu, beberapa perawatan dapat meningkatkan kualitas hidup secara signifikan.
Penyesuaian Gaya Hidup
Modifikasi pola makan adalah garis pertahanan pertama. Pemicu umum termasuk makanan pedas, kafein, dan alkohol, namun respons individu berbeda-beda. Menyimpan buku harian makanan dan gejala membantu menentukan pemicu pribadi.
Aktivitas fisik juga berperan. Dr Boutros menjelaskan, “Saat Anda berjalan dan berolahraga, Anda meningkatkan tekanan perut sehingga dapat meningkatkan gejalanya.” Mengatur waktu makan secara strategis – makan malam lebih awal, misalnya – juga dapat membantu jika gejala memburuk pada waktu tertentu dalam sehari.
Obat dan Suplemen
Berbagai obat dapat mengatasi gejala LARS tertentu:
- Suplemen serat (psyllium husk) untuk mengatur pergerakan usus
- Antidiare (loperamide, ramosetron) untuk mengurangi urgensi dan inkontinensia
- Pencahar untuk meredakan sembelit dan mencegah diare berlebihan
- Ondansetron (Zofran) untuk memperlambat motilitas usus
- Perawatan kulit perianal untuk menenangkan kulit yang teriritasi
Terapi Dasar Panggul
Pembedahan dapat melemahkan otot dasar panggul, menyebabkan inkontinensia atau kesulitan buang air besar. Terapi fisik dasar panggul, termasuk pelatihan otot dan biofeedback, dapat memulihkan kendali tanpa efek samping yang berarti.
Intervensi Tingkat Lanjut
Untuk kasus yang parah:
- Enema dan irigasi transanal memberikan bantuan jangka pendek dengan mengosongkan usus. Irigasi transanal melibatkan pemberian air sendiri ke dalam rektum untuk menginduksi pergerakan usus yang terkontrol.
- Stimulasi saraf sakral menggunakan perangkat implan untuk mengatur fungsi usus.
- Kolostomi (membuat lubang di perut untuk menampung tinja) dilakukan jika pengobatan lain gagal.
Pentingnya Dukungan
LARS sangat berdampak pada kehidupan sehari-hari, mulai dari pekerjaan dan perjalanan hingga interaksi sosial. Banyak pasien berjuang secara emosional dengan kondisi ini. Dukungan teman sebaya sangat berharga; berhubungan dengan orang lain yang memahami dapat mengurangi isolasi dan memberdayakan individu untuk mengendalikan kesehatan mereka.
Komunitas online dan kelompok dukungan yang direkomendasikan dokter menyediakan ruang yang aman untuk berbagi pengalaman dan mempelajari strategi praktis.
Pada akhirnya, LARS adalah kondisi yang dapat dikendalikan. Dengan perhatian medis yang proaktif, penyesuaian gaya hidup, dan dukungan sejawat, pasien dapat memperoleh kembali kendali atas fungsi ususnya dan meningkatkan kualitas hidup mereka.




















