Pulsatile Tinnitus: Saat Anda Mendengar Denyut Nadi di Telinga Anda

22

Jika Anda pernah merasakan suara dentuman atau desisan berirama di telinga Anda, yang disinkronkan dengan detak jantung Anda, Anda mungkin mengalami tinnitus berdenyut. Berbeda dengan tinitus (telinga berdenging) pada umumnya, kondisi ini berbeda: bukan sekadar suara bising, melainkan denyut nadi. Meskipun seringkali tidak berbahaya dan bersifat sementara, tinnitus berdenyut yang persisten dapat menandakan masalah kesehatan mendasar yang memerlukan perhatian medis.

Apa Penyebab Denyut Nadi?

Sensasi tersebut timbul dari peningkatan aliran darah di dekat telinga, membuat pembuluh darah yang biasanya diam terdengar. Beberapa faktor dapat memicu hal ini:

  1. Pengerahan Fisik: Olah raga yang intens untuk sementara meningkatkan aliran darah, terkadang menimbulkan sensasi berdebar di telinga. Ini biasanya tidak berbahaya dan cepat sembuh.
  2. Kondisi Darah: Anemia atau ketidakseimbangan tiroid dapat mengubah komposisi darah, sehingga menimbulkan aliran turbulen yang menghasilkan kebisingan. Bayangkan sungai yang tenang versus arus deras – yang terakhir lebih deras.
  3. Masalah Telinga: Penumpukan cairan atau infeksi di telinga tengah dapat memperparah denyut pembuluh darah.
  4. Kesehatan Kardiovaskular: Tekanan darah tinggi atau aterosklerosis (penumpukan plak di arteri) memaksa darah melewati pembuluh dengan kekuatan yang lebih besar, sehingga terdengar jelas.
  5. Kehamilan: Peningkatan volume darah dan perubahan hormonal selama kehamilan dapat memperburuk tinnitus berdenyut untuk sementara.
  6. Kondisi Serius: Dalam kasus yang jarang terjadi, tinitus berdenyut berasal dari hipertensi intrakranial (tekanan di dalam otak), tumor (paraganglioma), atau pembentukan pembuluh darah abnormal (malformasi arteriovenosa). Ini memerlukan diagnosis dan pengobatan segera.

Mengapa Semakin Parah Saat Berbaring

Posisi kepala Anda mempengaruhi aliran darah. Saat Anda berbaring, terutama miring, sinus sigmoid (pembuluh darah utama di belakang telinga) bergeser, berpotensi meningkatkan aliran darah dan membuat denyut jantung lebih terasa. Kurangnya kebisingan eksternal di malam hari juga memudahkan untuk merasakan ritme internal.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis

Denyut nadi sesekali setelah berolahraga biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, tinitus berdenyut yang persisten memerlukan evaluasi medis. Mengabaikannya dapat menunda diagnosis kondisi serius yang mendasarinya, seperti AVM, yang jika tidak terdeteksi, dapat menyebabkan pendarahan di otak.

Temui ahli saraf (spesialis telinga) untuk penilaian menyeluruh. Mereka dapat mengidentifikasi akar penyebabnya dan merekomendasikan pengobatan yang tepat. Meskipun sebagian besar kasus tidak berbahaya, deteksi dini sangatlah penting.

Kesimpulannya, tinitus berdenyut dapat berkisar dari gejala yang tidak berbahaya hingga tanda peringatan. Jika denyut nadi terus berlanjut, jangan diabaikan – dapatkan nasihat medis profesional untuk memastikan kesehatan dan ketenangan pikiran Anda.