Kanker usus besar meningkat, terutama pada orang dewasa muda, dan salah satu tanda peringatan dini yang paling diabaikan adalah perubahan pada pergerakan usus Anda. Meskipun gejala seperti sakit perut dan darah pada tinja sudah umum diketahui, perubahan halus pada bentuk dan konsistensi tinja dapat menjadi indikator penting. Mengabaikan perubahan-perubahan ini dapat menunda diagnosis, ketika deteksi dini secara signifikan meningkatkan hasil pengobatan.
Mengapa Memperhatikan Kotoran Anda?
Lebih dari 150.000 orang Amerika diperkirakan akan didiagnosis menderita kanker kolorektal pada tahun 2025, dan faktor risiko seperti usia, genetika, dan gaya hidup berperan dalam hal ini. Namun, siapa saja dapat mengidap kanker ini, sehingga kesadaran akan gejala awal menjadi sangat penting. Kuncinya adalah memahami seperti apa kenormalan Anda dan mengenali penyimpangannya.
Yang Harus Diperhatikan: Panduan Tinja
Kotoran yang sehat harus halus, lembut, dan berbentuk sosis (Bristol Stool Chart tipe 3 atau 4). Namun perhatikan tanda bahaya berikut:
- Kotoran seperti kerikil: Menunjukkan waktu transit yang berkepanjangan dan dehidrasi, yang berpotensi menandakan adanya penyumbatan.
- Kotoran seperti pita: Menunjukkan adanya penyempitan pada usus besar, kemungkinan karena tumor. Jika ini baru bagi Anda, periksalah.
- Kotoran berdarah: Dapat mengindikasikan peradangan, polip, atau kanker stadium lanjut. Jangan pernah mengabaikan darah di tinja Anda.
Tahapan Perubahan
Seiring berkembangnya kanker usus besar, perubahan tinja menjadi lebih jelas. Tahap awal (0 dan 1) mungkin hanya menyebabkan pendarahan rektum ringan. Namun seiring pertumbuhan kanker (stadium 2-4), tinja mungkin menjadi lebih encer, lebih sering, atau tampak gelap dan berdarah. Semakin dalam kanker menyebar, semakin dramatis perubahan tinja.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Anda Melihat Perubahan
Jangan panik, tapi jangan menunda. Setiap perubahan kebiasaan buang air besar yang berlangsung lebih dari beberapa hari harus dilaporkan ke dokter Anda. Tes diagnostik meliputi:
- Tes tinja di rumah: Mendeteksi darah atau penanda DNA yang tersembunyi.
- Kolonoskopi: Memberikan gambaran langsung pada lapisan usus besar.
- Tes darah: Dapat mengidentifikasi biomarker terkait kanker.
Intinya
Kotoran yang tampak aneh bisa menjadi tanda peringatan dini yang penting dari kanker usus besar. Perhatikan tubuh Anda, ketahui kondisi normal Anda, dan jangan ragu untuk mencari pertolongan medis jika ada yang tidak beres. Deteksi dini menyelamatkan nyawa.
Sumber daya:
- Masyarakat Kanker Amerika: https://www.cancer.org/
- Institut Kanker Nasional: https://www.cancer.gov/
- Klinik Mayo: https://www.mayoclinic.org/
