Dermatitis atopik (eksim) tidak hanya menyebabkan iritasi kulit; hal ini dapat mengganggu hidup Anda. Banyak orang dengan kondisi ini mengalami siklus kambuh yang membuat frustrasi dan diikuti dengan kelegaan sementara. Namun bagaimana jika Anda dapat melakukan lebih dari sekadar mengobati gejala dan mulai mencegah gejala tersebut?
Kelelahan Pengobatan Reaktif
Bagi mereka yang menderita eksim sedang hingga parah, pendekatan “perbaikan flare” – yang terus-menerus bereaksi terhadap wabah dengan steroid topikal atau pengobatan lain – dapat menguras tenaga. Para ahli dermatologi berpendapat bahwa hal ini seperti memadamkan api tanpa mengatasi penyebab utamanya. Peradangan bukan hanya masalah kulit; hal ini memengaruhi tingkat stres, tidur, suasana hati, dan bahkan performa kerja Anda. Penelitian menunjukkan bahwa eksim yang parah dikaitkan dengan hilangnya produktivitas dan kualitas hidup yang lebih rendah.
Tubuh tidak pernah pulih sepenuhnya ketika kulit terus-menerus meradang. Keadaan kronis ini membuat hormon stres dan sinyal inflamasi meningkat, sehingga kambuh lebih sering terjadi dan lebih sulit dikendalikan.
Ketika “Cukup Baik” Tidak Cukup
Jika Anda menangani eksim ringan dengan perawatan kulit sederhana dan penyesuaian gaya hidup, itu mungkin sudah cukup. Namun jika Anda masih kesulitan meskipun telah melakukan perawatan dengan rajin, itu tandanya pendekatan Anda saat ini tidak berhasil. Tanda-tanda sudah waktunya untuk mempertimbangkan kembali meliputi:
- Flare yang lebih sering atau intens.
- Kulit menebal akibat gesekan atau garukan berulang kali.
- Kekeringan terus-menerus yang tidak membaik dengan pengobatan topikal.
- Kulit pecah-pecah rawan infeksi.
- Gangguan tidur karena rasa gatal yang parah.
- Tekanan emosional, seperti kecemasan atau isolasi.
Melacak pemicu flare (makanan, deterjen, cuaca) dapat membantu menentukan apakah kondisi Anda semakin memburuk.
Beralih ke Sistem Proaktif
Langkah selanjutnya mungkin melibatkan pengobatan sistemik—perawatan yang bekerja di seluruh tubuh, bukan hanya pada kulit. Namun, terapi sistemik tidak berarti mengabaikan perawatan topikal atau perubahan gaya hidup. Penanganan eksim yang efektif sering kali memerlukan kombinasi:
- Obat resep, seperti obat oral atau suntik.
- Terapi cahaya untuk mengurangi peradangan.
- Mengidentifikasi dan menghilangkan pemicu.
- Mengatasi tantangan kesehatan emosional yang dapat memperburuk gejolak.
Dokter menekankan bahwa pengobatan sistemik bukanlah jaminan kesembuhan, namun dapat secara signifikan meningkatkan pengendalian gejala bagi penderita eksim sedang hingga parah.
Intinya
Eksim yang sering muncul berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental. Peralihan dari pengobatan reaktif ke proaktif, seringkali dengan terapi sistemik, mungkin menawarkan pengendalian yang lebih baik. Ingatlah bahwa faktor gaya hidup dan lingkungan tetap penting, bahkan dengan pengobatan tingkat lanjut.
Jika pengobatan eksim yang Anda lakukan saat ini tidak memberikan hasil yang berkelanjutan, jangan ragu untuk mendiskusikan pilihan alternatif dengan dokter Anda.



















