Diabetes dan Nyeri Sendi: Memahami Koneksi dan Pilihan Perawatan

18

Hampir setengah dari penderita diabetes dewasa mengalami nyeri sendi kronis, sehingga hal ini menjadi masalah kesehatan penting bagi jutaan orang. Hubungan antara diabetes dan radang sendi sangat kuat: masing-masing kondisi dapat memperburuk kondisi lainnya. Gula darah tinggi dapat secara langsung merusak persendian, sedangkan peradangan akibat radang sendi dapat membuat diabetes lebih sulit dikendalikan. Artikel ini menguraikan hubungan utama, risiko, dan strategi pengobatan untuk orang yang hidup dengan kedua kondisi tersebut.

Hubungan Dua Arah: Mengapa Itu Penting

Diabetes, khususnya tipe 2, sering kali disertai dengan sindrom metabolik, termasuk kelebihan berat badan, yang memberikan tekanan signifikan pada persendian. Namun, hubungannya lebih dalam. Gula darah yang tidak terkontrol memicu peradangan dan pembentukan produk akhir glikasi lanjutan (AGEs) – senyawa berbahaya yang mempercepat kerusakan sendi.

Sebaliknya, kondisi autoimun seperti rheumatoid arthritis, yang lebih umum terjadi pada diabetes tipe 1, dikaitkan dengan peningkatan resistensi insulin dan ketidakstabilan gula darah. Jalur peradangan yang sama berarti bahwa mengelola satu kondisi secara efektif dapat memperbaiki kondisi lainnya.

Jenis Radang Sendi dan Diabetes

Beberapa jenis radang sendi sangat terkait dengan diabetes:

  • Osteoartritis: Bentuk paling umum, yang disebabkan oleh kerusakan sendi, diperburuk oleh obesitas dan peradangan kronis.
  • Rheumatoid Arthritis: Suatu kelainan autoimun yang menyerang jaringan sendi, lebih umum terjadi pada penderita diabetes tipe 1 karena kecenderungan genetik yang sama.
  • Arthritis Psoriatik: Terkait dengan sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif, dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan sindrom metabolik.
  • Encok: Umum terjadi pada diabetes tipe 2, menyebabkan nyeri sendi parah yang tiba-tiba akibat penumpukan asam urat.
  • Kondisi Lainnya: Bahu beku, sindrom tangan diabetik, kaki Charcot, dan lupus juga memiliki kaitan dengan diabetes.

Strategi Perawatan: Pendekatan Multi-Aspek

Mengelola diabetes dan arthritis memerlukan strategi yang komprehensif:

  • Pengendalian Gula Darah: Mempertahankan kestabilan kadar gula darah adalah hal yang mendasar. Menurunkan target A1C mengurangi peradangan dan kerusakan saraf.
  • Pengobatan: NSAID, asetaminofen, steroid, dan DMARD dapat membantu mengatasi rasa sakit dan peradangan, namun diperlukan kehati-hatian. Steroid dapat meningkatkan gula darah, dan imunosupresan dapat meningkatkan risiko infeksi pada diabetes yang tidak terkontrol.
  • Terapi Non-Obat: Terapi fisik, akupunktur, olahraga, pijat, dan penurunan berat badan dapat meningkatkan kesehatan sendi secara signifikan. Pemeriksaan kaki secara teratur sangat penting bagi penderita neuropati untuk mencegah komplikasi.

Penurunan Berat Badan: Faktor Penting

Penurunan berat badan sangat bermanfaat untuk kedua kondisi tersebut. Mengurangi berat badan mengurangi stres pada persendian, menurunkan peradangan, dan meningkatkan sensitivitas insulin. Bahkan penurunan berat badan yang sedikit pun dapat menghasilkan perbaikan yang signifikan dalam manajemen nyeri dan pengendalian gula darah.

Intinya

Diabetes dan radang sendi sering kali terjadi bersamaan, sehingga menimbulkan tantangan kesehatan yang kompleks. Penatalaksanaan yang efektif memerlukan pendekatan holistik: mengendalikan gula darah, menggunakan obat-obatan yang tepat, menerapkan perubahan gaya hidup, dan bekerja sama dengan spesialis kesehatan. Memprioritaskan kesehatan sendi di samping perawatan diabetes dapat meningkatkan kualitas hidup dan mencegah komplikasi jangka panjang.