Kebanyakan orang tidak terlalu memikirkan bau tangan mereka – sampai bau itu terlihat. Tangan terus-menerus mencium bau karena menyentuh segala sesuatu, namun terkadang baunya bukan hanya berasal dari bawang putih atau bawang bombay. Bau tangan yang persisten atau tidak biasa bisa menandakan sesuatu yang lebih dari sekedar kebersihan yang buruk. Berikut rincian enam penyebab potensial, seperti yang dijelaskan oleh dokter kulit dan profesional medis.
1. Kontak Baru-baru ini dengan Bau yang Kuat
Penyebab paling umum dari bau tangan adalah sederhana: Anda menyentuh sesuatu yang berbau menyengat. Makanan seperti bawang putih, bawang merah, dan rempah-rempah yang kuat meninggalkan senyawa belerang yang menempel di kulit.
Meskipun baunya hilang dengan sendirinya, menggosokkan tangan Anda pada baja tahan karat (garpu, keran, atau batangan khusus penghilang bau) dapat membantu mempercepat prosesnya. Teorinya adalah molekul bau mengikat baja dan menariknya menjauh dari kulit Anda.
2. Pengaruh Pola Makan: Apa yang Anda Makan Mempengaruhi Keringat
Makanan berbau tajam tidak hanya memengaruhi napas. Senyawa dari bawang putih, kari, alkohol, bahkan daging tertentu bisa dikeluarkan melalui kelenjar keringat di telapak tangan. Ketika keringat ini bercampur dengan bakteri kulit, timbullah bau.
Baunya akan berkurang saat makanan dicerna, namun mencuci dengan sabun, soda kue, jus lemon, atau cuka putih dapat membantu menetralisirnya untuk sementara. Hindari scrubbing berlebihan, yang dapat mengiritasi kulit.
3. Efek Samping Pengobatan: Berkeringat dan Keluarnya Cairan
Obat-obatan tertentu dapat menyebabkan peningkatan keringat, membuat bau lebih terasa. Ini termasuk obat untuk Alzheimer (Aricept, Exelon), nyeri (opioid seperti OxyContin), depresi (SSRI seperti Lexapro), dan bahkan penisilin.
Beberapa obat tidak hanya meningkatkan keringat tetapi juga mengeluarkan senyawa melaluinya. Jika penyebabnya adalah obat, diskusikan penyesuaian dosis atau alternatifnya dengan dokter Anda.
4. Bromhidrosis : Keringat dan Bau Berlebihan
Telapak tangan yang berkeringat atau berbau terus-menerus mungkin mengindikasikan bromhidrosis, suatu kondisi keringat berlebih. Bau tersebut muncul ketika keringat bercampur dengan bakteri kulit.
Sering mencuci memang membantu, tetapi menggunakan antiperspiran pada telapak tangan juga dapat mengatasi keringat. Kasus yang lebih parah mungkin memerlukan perawatan seperti iontophoresis (arus listrik untuk mengurangi keringat) atau suntikan Botox, yang diresepkan oleh dokter kulit.
5. Jamur Kuku: Bau “Keju Busuk”.
Bau seperti kaki yang keluar dari tangan, terutama di sekitar kuku, bisa jadi merupakan jamur kuku (onikomikosis). Dokter menggambarkan baunya mirip dengan keju busuk.
Kuku yang terinfeksi jamur juga mungkin tampak tebal, kuning, rapuh, atau berubah bentuk. Antijamur yang dijual bebas bisa digunakan, tetapi infeksi yang membandel sering kali memerlukan pengobatan resep dari dokter kulit. Berendam dalam cuka putih adalah pengobatan rumahan yang umum.
6. Kondisi Kesehatan yang Mendasari: Ketika Bau Menandakan Masalah Yang Lebih Dalam
Bau yang tidak biasa terkadang menunjukkan masalah kesehatan. Bau yang manis mungkin menandakan diabetes, sedangkan bau seperti pemutih bisa menandakan penyakit hati atau ginjal.
Trimethylaminuria, suatu kelainan metabolisme, menyebabkan bau amis atau seperti sampah karena ketidakmampuan tubuh memecah trimetilamina. Keratolisis diadu, suatu infeksi bakteri, juga menyebabkan bau busuk, seringkali pada kaki tetapi terkadang pada tangan.
Jika Anda menduga ada kondisi medis yang menyebabkan bau tangan terus-menerus, temui dokter untuk diagnosis dan pengobatan.
Dalam kebanyakan kasus, bau tangan yang aneh bersifat sementara dan tidak berbahaya. Namun, bau yang tidak dapat dijelaskan atau terus-menerus memerlukan perhatian medis. Mengabaikan sinyal-sinyal ini dapat menunda diagnosis kondisi yang dapat diobati.
